Mikroorganisme Lokal untuk Kemandirian Petani

Larutan MOL (Mikro Organisme Lokal) adalah larutan hasil fermentasi yang berbahan dasar dari berbagai sumber daya yang tersedia setempat. Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan sebagai agens pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan baik sebagai pendekomposer, pupuk hayati, dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida.

Keunggulan penggunaan MOL yang paling utama adalah murah bahkan tanpa biaya. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar, petani dapat kreatif membuat MOL dari bahan-bahan seperti buah-buahan busuk (pisang, pepaya, mangga, dan lain-lain), rebung bambu, pucuk tanaman merambat, tulang ikan, keong, urine sapi, bahkan sampai urine manusia, darah hewan, bangkai hewan, air cucian beras, dan sisa makanan. Menurut Amalia (2008), cara membuat MOL itu mudah, semua yang ada di sekitar kita dapat dipakai, semua bahan dicampur dengan larutan yang mengandung glukosa seperti air nira, air gula, atau air kelapa. Lalu ditutup dengan kertas, dibiarkan sampai 7 hari. Setelah itu dipakai untuk menyemprot ke sawah. Menurut Hadinata (2008), secara terperinci bahan utama dalam MOL terdiri dari 3 jenis komponen antara lain:

1.    Karbohidrat: air cucian beras (Tajin), nasi bekas (basi), singkong, kentang, gandum. Yang paling sering digunakan adalah dengan air tajin.

2.    Glukosa: dari gula merah diencerkan dengan air, cairan gula pasir, gula batu dicairkan, air gula, dan air kelapa.

3.    Sumber Bakteri: keong mas, kulit buah-buahan misalnya tomat, pepaya, dan sebagainya, air kencing, atau apapun yang mengandung sumber bakteri.

Untuk lebih jelasnya makalah dapat di download pemberdayaan-mikroorganisme-lokal-sebagai-upaya-peningkatan-kemandirian-petani

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

PGPR (Plant Growth Promoting Rizobakteria)

PGPR adalah Bakteri sekitar perakaran yang dapat memacu pertumbuhan tanaman dan juga merupakan agens (mikroba) pengendali hayati yang menguntungkan bagi Tumbuhan. Bakteri ini hidupnya di sekitar perakaran (Rhizosper) di mana terdapat eksudat yang dikeluarkan akar sebagai nutrusi bagi mikroba. PGPR yang bersumber pada akar rumpun bambu, rumput gajah yang mengandung bakteri Pseudomonas flourenscens, Bacillus polymixa.

Keterangan lebih lanjut terkait proses pembuatan dan perbanyakan PGPR ini dapat di pengambilan-dan-pembiakan-pgpr-plant-growth-promoting-rezobakteria

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Vermikompos : Materi Sekolah Hayati

cacing bahan utama membuat vermikompos

cacing bahan utama membuat vermikompos


Vermikompos adalah kompos yang diperoleh dari perombakan  bahan-bahan organik yang dilakukan oleh cacing tanah. Vermikompos merupakan campuran anatara kotoran cacing tanah (casting)  dengan sisa media atau pakan  dalam budidaya cacing tanah. Oleh karena itu, vermikompos merupakan pupuk organik yang ramah lingkungan dan memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan kompos lain.

keterangan lebih lanjut dapat di materi-sekolah-hayati-pembuatan-vermikompos

Tags: , , , , , , , ,

Pelatihan Ketrampilan Hortikultura

Program ketrampilan hortikultura ini merupakan salah satu kegiatan PKMM Sekolah Hayati Untuk Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Pangan di Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten yang dilaksanakan mahasiswa UNS. Kegiatan ini merupakan kegiatan sekolah lapang untuk petani dengan menanam tanaman hortikultura dari sejak sebelum tanam sampai panen. Komoditas yang digunakan pada program ini adalah mentimun. Dalam prakteknya kegiatan ini menguji pengaruh pemberian moretan + PGPR (Plant Growth Promoting Rizobacteria) dibandingkan dengan perlakuan pupuk NPK Mutiara (pupuk kimia)

Petani peserta pelatihan sedang panen buah mentimun

Petani peserta pelatihan sedang panen buah mentimun

Untuk hasil kegiatan pelatihan ketrampilan hortikultura ini dapat di pelatihan-ketrampilan-hortikultura

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Sekolah Hayati

Dari  berbagai  permasalahan  pertanian  yang  diakibatkan  karena kebijakan revolusi hijau memerlukan kesadaran petani untuk mengubah pola pertanian yang selama ini tertanam yaitu sistem pertanian konvensional menjadi sistem pertanian organik. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan program sekolah hayati yang dalam pelaksanaannya petani melakukan proses belajar bersama yang dilakukan di lahan sawah petani setempat sebagai lokasi, alat bantu serta sumber informasi utama dari perkembangan inovasi pertanian yang berbasis hayati dan ramah lingkungan antara lain MOL, PGPR, dan  Trichoderma. Tujuan utama didirikannya sekolah hayati ini adalah adanya perubahan pola pikir petani terkait dampak pemakaian pupuk dan pestisida kimia sehingga petani dapat lebih mandiri dengan memproduksi pupuk sendiri dan agensia hayati berdasarkan inovasi- inovasi yang diajarkan dalam sekolah hayati. Beberapa keuntungan yang diperoleh dari pelaksanaan sekolah hayati ini antara lain sebagai berikut:

1. Bertambahnya wawasan para petani mengenai pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

2. Tercipta pola pikir petani sehingga mampu lebih kritis dan mandiri dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di lahan pertaniannya.

3. Petani mampu mengelola dan memanfaatkan suberdaya hayati lokal sebagai pupuk dan pestisida organik, sehingga dapat mengurangi biaya produksi pertanian, bahkan mampu menambah pendapatan petani.

4. Petani mampu melepaskan diri dari ketergantungan pemakaian pupuk maupun pestisida kimia.

5. Membuka  lapangan  kerja  baru  bagi  petani  yang  kreatif  untuk memunculkan produk pertanian yang berkualitas dan ramah lingkungan

6. Terciptanya lingkungan yang sehat karena pemanfaatan limbah organik serta pemakaian produk-produk pertanian yang ramah lingkungan.

Dengan adanya sekolah hayati dan beberapa program keberlanjutan yang sudah dipaparkan diharapkan mampu menjadikan para petani pada khususnya dan warga masyarakat pada umumnya lebih mandiri dan lebih kreatif sehingga mampu keluar dari ketergantungan sarana produksi pertanian dan meningkatkan pendapatan. Pada akhirnya dengan kemandirian petani tersebut akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperbaiki kualitas  dan  kuantitas  hasil  pertaniannya  serta  terlaksananya  program pemerintah yaitu terciptanya suatu sistem pertanian yang berkelanjutan.

Untuk tahu lebih lanjut mengenai Sekolah Hayati dapat mendownload Buletin Sekolah Hayati di bawah ini :

buletin-sekolah-hayati-edisi-i-peran-kaum-tani-dalam-menjaga-ekosistem

buletin-sekolah-hayati-edisi-ii-upaya-kemandirian-petani

buletin-sekolah-hayati-edisi-iii-upaya-kemandirian-dalam-arti-luas

buletin-sekolah-hayati-edisi-iv-lingkungan-sehat

buletin-sekolah-hayati-edisi-v-konsep-usaha-tani-organik1

buletin-sekolah-hayati-edisi-vi-pertanian-organik

Tags: , , , , , , , , ,

PUPUK KOSARMAS” SEBAGAI UPAYA REVITALISASI LAHAN KRITIS GUNA MENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS HASIL PERTANIAN

Penggunaan pupuk kimia dalam kegiatan budidaya tanaman adalah merupakan salah satu input yang sangat penting dalam proses produksi tanaman. Pupuk kimia memegang peranan penting dalam memacu peningkatan produktifitas baik pada tanaman pangan, hortikultura maupun tanaman perkebunan. Akan tetapi penggunaan pupuk kimia menyebabkan sebagian besar tanah di Indonesia menjadi  miskin akan unsur hara. Selain itu penggunaan pupuk kimia juga menyebabkan pencemaran tanah, turunnya pH tanah, terjadinya erosi tanah sehingga lapisan humus tercuci, dan perubahan struktur kemunduran tanah. Dari permasalahan yang ada, kami mencoba menggagas suatu strategi pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran sapi, arang, dan keong emas. Kotoran sapi sebagai sumber hara, arang mempunyai pori yang efektif untuk mengikat air dan unsure hara tanah, dan hama keong emas sebagai bahan pembuatan mikroorganisme lokal dan cangkangnya mampu meningkatkan kualitas pupuk. Tujuan yang ingin dicapai dari penulisan karya tulis ini antara lain mendeskripsikan peran arang dalam tanah sehingga mampu meningkatkan kualitas pupuk, memperkenalkan cara pengolahan hama keong mas menjadi sumber mikroorganisme sehingga dapat digunakan sebagai dekomposer dalam proses pengomposan serta memperkenalkan kosarmas sebagai pupuk organik yang ramah lingkungan serta mampu meningkatkan kesuburan tanah. Dari kedua solusi yang pernah ditawarkan yaitu Arkoba (arang kompos bioaktif) dan kompos kosgamas (kotoran sapi-gamal-keong mas), penulis mencoba membuat pupuk organik yang mempunyai nilai lebih walaupun diaplikasikan dalam jumlah sedikit, yaitu dengan memanfaatkan kotoran sapi, arang dan keong mas yang disebut pupuk kosarmas. Kotoran sapi dipilih karena selain tersedia banyak di petani juga memiliki kandungan nitrogen dan potassium. Keberadaan arang yang menyatu dalam kompos yang bila diberikan dalam tanah akan ikut andil dan berperan sebagai agen pembangun kesuburan tanah, sebab arang mampu meningkatkan pH tanah sekaligus memperbaiki sirkulasi air dan udara di dalam tanah. Sedangkan kulit dan daging keong mas terdapat banyak kandungan unsure di dalamnya. Selain itu, keong mas juga dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat Mikro Organisme Lokal (MOL). Berdasarkan kelebihan peran masing-masing komposisi penyusun pupuk kosarmas ini, pupuk ini cocok dan tepat dikembangkan secara luas di Indonesia mengingat 2/3 dari lahan pertanian maupun kehutanan berada dalam kondisi masam (pH rendah), kritis dan marjinal akibat menurunnya kandungan bahan organik tanah yang tak bisa digantikan perannya oleh pupuk kimia. Perlunya pemberdayaan petani dengan pengetahuan membuat pupuk organik dan MOL akan mampu menjadikan petani lebih mandiri dan mengubah pola pikir terkait kerusakan lingkungan dan degradasi lahan pertanian akibat pertanian konvensional sehingga akan kembali ke sistem pertanian yang dahulu yaitu pertanian organik.

Untuk mendapatkan karya tulis ini secara lengkap dapat di e2809cpupuk-kosarmase2809d-sebagai-upaya-revitalisasi-lahan-kritis-guna-meningkatkan-kualitas1

Tags: , , , ,

Harapan Untuk BlogFest 1.0

Harapan untuk blogfest 1.0 antara lain agar dapat meningkatkan taraf uns ke tingkat yang lebih tinggi, agar penelitian-penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa uns dapat di ketahui oleh seluruh kalangan masyarakat.

Semoga makin banyak mahasiswa uns yang dapat membuat dan menggunakan blog sebagai sarana untuk mempublish hasil penelitiannya karena tidak semua mahasiswa mengenal dan mengerti apa itu blog dan apa kegunaannya.

Semoga para mahasiswa yang belum mengenal blog dapat tertarik dan mau mengikuti kegiatan-kegiatan dalam blogfest ini, oleh karena itu para panitia diharapkan lebih aktif dan atraktif dalam mengumumkan akan diadakannya blogfest ini.

Tags: ,

Hello world!

Welcome to UNS Social Network ™.
Terima Kasih telah menggunakan blog staff UNS. Selamat menggunakan blog. Untuk Kesulitan silahkan ym dengan admin YM : w4ww4n , you_dhi_aks, dan hendri_des

Atau kunjungi blog admin
Admin 1 :Ardian M. Prastiawan
Admin 2 :Sri Wahyudi (FMIPA)
Admin 3 :Hendri Desitwanto (FKIP)